BeritaSPs — Sekolah Pascasarjana (SPs) UNUHA melaksanakan kegiatan Orientasi dan Matrikulasi bagi mahasiswa baru pada Jumat (18/09). Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman awal kepada mahasiswa mengenai lingkungan akademik, program studi, administrasi akademik, serta sistem informasi yang digunakan dalam mendukung proses pendidikan di Sekolah Pascasarjana UNUHA.
Rangkaian kegiatan orientasi dan matrikulasi diisi dengan sejumlah materi yang memberikan gambaran menyeluruh mengenai Universitas Nurul Huda dan kehidupan akademik di jenjang pascasarjana. Materi disampaikan oleh pimpinan, dosen, dan pengelola akademik UNUHA.
Mengenal Sejarah dan Perkembangan UNUHA
Materi pertama bertajuk “Selayang Pandang UNUHA” disampaikan oleh Dedi Mardiansyah, M.Pd. Dalam paparannya, beliau mengulas sejarah perjalanan dan perkembangan Universitas Nurul Huda, mulai dari fase awal berdirinya hingga perkembangan UNUHA sebagai salah satu perguruan tinggi yang terus melakukan penguatan kelembagaan dan akademik.

Pemaparan sejarah tersebut menjadi bagian penting bagi mahasiswa baru untuk memahami identitas, perjalanan, serta arah pengembangan institusi yang menjadi tempat mereka menempuh pendidikan pascasarjana. Pemahaman terhadap sejarah perguruan tinggi diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki sekaligus mendorong mahasiswa untuk turut berkontribusi dalam pengembangan budaya akademik di lingkungan UNUHA.
Mengenal Lebih Dekat Program Studi Magister PAI
Materi kedua adalah “Pengenalan Program Studi” yang sampaikan langsung oleh Ketua Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI), Dr. Suwandi. Dalam sesi tersebut, Dr. Suwandi menjelaskan berbagai aspek yang berkaitan dengan Program Studi Magister PAI. Materi mencakup profil program studi, visi dan misi, pengelola program studi, kurikulum, serta sistem pembelajaran yang akan dijalani oleh mahasiswa selama menempuh pendidikan. Pengenalan program studi menjadi bagian strategis dalam orientasi karena mahasiswa tidak hanya perlu memahami mata kuliah yang akan ditempuh, tetapi juga mengetahui arah pengembangan keilmuan dan kompetensi yang ingin dibangun melalui Program Studi Magister PAI.
Melalui sesi tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai posisi mereka sebagai mahasiswa Magister PAI serta mampu mempersiapkan diri untuk mengikuti proses pembelajaran secara aktif dan bertanggung jawab.
Sistem UKT Permudah Pembiayaan Pendidikan Mahasiswa
Materi selanjutnya adalah “Pengenalan Administrasi Akademik” yang disampaikan oleh Direktur Sekolah Pascasarjana UNUHA, Dr. Romdloni.
Dalam pemaparannya, Dr. Romdloni menjelaskan berbagai hal berkaitan dengan administrasi pendidikan, khususnya mengenai sistem pembiayaan pendidikan pada program magister yang menggunakan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Melalui sistem UKT, mahasiswa melakukan pembayaran dengan satu komponen biaya yang telah mencakup sejumlah kebutuhan akademik selama proses pendidikan. Sistem tersebut diterapkan untuk memberikan kemudahan dan kepastian pembiayaan kepada mahasiswa.
“Biaya pendidikan di Sekolah Pascasarjana murah, tetapi tidak murahan. Artinya kualitas pembelajaran tetap menjadi barometer dalam proses perkuliahan. UKT bisa diangsur sampai tiga kali dalam satu semester, atau kalau dihitung perbulan itu cukup satu jutaan saja.. murahkan?… ” jelas Dr. Romdloni sambil tersenyum.
Ia menjelaskan bahwa UKT di Sekolah Pascasarjana UNUHA telah mencakup sejumlah komponen, antara lain heregistrasi, SPP, jas almamater, biaya orientasi program studi, biaya UTS dan UAS, seminar proposal, ujian tesis, hingga wisuda.
Menurut Dr. Romdloni, penerapan sistem UKT diharapkan dapat meringankan beban mahasiswa sekaligus memudahkan mereka dalam merencanakan pembiayaan pendidikan.
“Terkadang mahasiswa itu pembiayaan menumpuk di akhir studi karena banyaknya biaya ini, biaya itu. Maka kami menggunakan sistem UKT untuk meringankan mahasiswa,” ungkapnya.
Sistem tersebut diharapkan dapat memberikan transparansi dan kemudahan bagi mahasiswa dalam memenuhi kewajiban administrasi pendidikan, sehingga mahasiswa dapat lebih fokus menjalani proses pembelajaran, penelitian, dan penyelesaian studi.
UNUHA Kembangkan Sistem Informasi Akademik Terpadu
Materi berikutnya adalah “Pengenalan Sistem Informasi Akademik” yang disampaikan oleh operator dan bagian akademik Sekolah Pascasarjana UNUHA.
Dalam sesi ini, mahasiswa diperkenalkan dengan sistem informasi akademik yang digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas pendidikan. UNUHA telah menerapkan sistem informasi akademik secara terpadu melalui penggunaan SISFO. Melalui sistem tersebut, berbagai aktivitas akademik telah dilakukan secara digital, mulai dari pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), penerbitan Kartu Hasil Studi (KHS), Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), pengurusan surat-menyurat akademik, proses pembelajaran melalui e-learning, hingga pencatatan kehadiran mahasiswa, dosen, dan pegawai.
Penerapan sistem informasi terpadu tersebut menjadi bagian dari upaya UNUHA dalam meningkatkan efektivitas pelayanan akademik. Mahasiswa tidak hanya diperkenalkan dengan prosedur administrasi secara konvensional, tetapi juga diarahkan untuk memanfaatkan teknologi dalam menjalankan berbagai kebutuhan akademik.
Terus Berbenah di Tengah Perkembangan Teknologi
Sebagai perguruan tinggi yang berada di wilayah daerah, UNUHA terus berbenah dalam berbagai aspek, termasuk tata kelola kelembagaan dan pengembangan sistem informasi akademik.
Pengembangan sistem informasi tersebut menjadi salah satu bentuk adaptasi UNUHA terhadap perkembangan teknologi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Berbagai fitur terus dikembangkan untuk memberikan kemudahan bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dalam mengakses layanan akademik.

Menariknya, sejumlah pengembangan sistem dan fitur tersebut juga lahir dari kreativitas dan inovasi dosen serta pengelola di lingkungan UNUHA. Hal ini menunjukkan bahwa keterbatasan geografis tidak menjadi penghalang bagi perguruan tinggi untuk terus melakukan inovasi dalam tata kelola dan pelayanan akademik.
Melalui kegiatan Orientasi dan Matrikulasi ini, mahasiswa baru Sekolah Pascasarjana UNUHA tidak hanya mendapatkan pengenalan mengenai program studi dan sistem akademik, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai budaya akademik yang akan mereka jalani selama menempuh pendidikan.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi fondasi awal bagi mahasiswa untuk lebih siap mengikuti perkuliahan, memanfaatkan layanan akademik, mengembangkan kemampuan penelitian, serta membangun budaya riset yang menjadi bagian penting dari kehidupan akademik di jenjang pascasarjana. (Red)